Rasa-rasanya aku tlah
dibingungkan oleh otakku yang begitu peka, ya sebegitu sangat pekanya sampai
aku merasa ada yang berbeda dibalik semuanya, entah apa namanya, atau benar
adanya. Rasanya aku ingin tahu tentang suatu hal yang slama ini belum kutahu. Ketika
aku berada dalam titik dimana aku diterpa oleh rasa kecemburuan, aku ingin
menghempaskan terpaan itu dan lari darinya, namun nyatanya aku tak bisa. Aku
takut dia membagi cintanya atau malah menyembunyikan sesuatu dariku, aku takut
semua itu akan terjadi, aku tak mau kecurigaanku menghasilkan kata fakta.
Kepercayaanku tak bisa
kuberikan seutuhnya olehnya, bagaimana tidak? Seperti apa hidupnya dan
bagaimana keadaannya pun aku tak tahu. Ingin rasanya aku membuka perlahan pintu
kehidupannya, namun kenyataannya aku hanya bisa menatapnya dari balik jendela.
Aku ingin masuk dan berada didalamnya, masuk didalamnya? Membukakan pintu pun
dia seperti tak sudi. Aku bingung dia dengan gampangnya masuk dikehidupanku,
tapi aku? Aku sangat susah. Apakah aku salah bila aku jatuh terlalu dalam
cintanya dan merasakan seperti pasangan yang lainnya, kekasih yang terlihat begitu
spesial. Apa aku salah menginginkah sepatah dua patah dari bibirnya? Apakah aku
salah menginginkan dia seutuhnya? Aku ingin tahu seperti apa kehidupannya dan
menghirup udaranya. Aku ingin~
No comments:
Post a Comment