Dalam alunan suara rintikan hujan aku terlamun,
terlamun membayangkan kisah yang mungkin tak bisa dimasukkan dalam akal fikir,
atau lebih tepatnya hanyalah fiktif. Disaat itu hari dimana aku tlah bosan dgan
sesuatu yang bernama “lakilaki” , aku tahu aku masih kecil bahkan aku terlalu
kecil untuk membahas itu, hingga dalam kesendirian itu aku mengenal sosok yang
nyaman bagiku, hahh, rasanya memang lucu saat aku mengingatnya, aku mngenalnya
lewat social media, haha.. tawaku, tiba tiba dia datang tanpa salam dalam
kehidupanku, dan dengan bodohnya aku membuka pintu untuknya agar dia dapat
masuk, dan berikan kesan “wellcome” untuknya. Aku tak mengerti begitu saja datang
perasaan mengerubungiku, apakah itu cinta? Ataukah itu rasa nyaman ? aku tak
tahu dan aku tak mengerti. “Dia” berikanku sebuah arti ketulusan, berikanku
sebuah arti pengorbanan, berikanku sebuah arti kerinduan, Aku tak tahu mengapa
aku bisa menerima semua arti arti itu, sementara “Dia” orang lain yang jauh dan
tak pernah kulihat seperti apa. Dan tiba tiba ketika aku terjebak dalam zona
nyaman itu, Dia pergi tinggalkanku, bukan karna wanita atau sesuatu yang
membuatku sakit, namun, hanya karna suatu hal yang penting baginya, hingga aku
sendiri dan termenung lagi, sampai “Dia” datang lagi dan berikanku cahaya,
namun aku tak lagi nyaman, jujur aku risih, aku tak lagi merasakan indahnya
berkontak dengannya. Saat ini pun aku tak pernah lagi mndengar kabar darinya
tentang cerita cerita lucunya, huhh, aku tak tahu harus mngabarinya atau tidak,
Aku tak mau jika aku berikan kabar sesuatu tentangku akan tumbuh rasa itu lagi,
dan “Dia” akan pergi tinggalkanku, sementara aku tak tahu seperti apa dia dan
bagaimana dia, Namun jujur aku RINDU dengannya, aku RINDU !!! Maafkan aku karna
tlah berpaling dan acuhkanmu. Aku bimbang, aku jatuh. Apakah semua itu akan
terulang dan terjadi dalam pertemuan manis hingga kita bisa bersama selamanya?
Atau itu hanya mimpi yang indah dalam bunga tidurku ? Entahlahh.. suatu hari
entah kapan semoga kita bisa bertemu, walau hanya dalam mimpi...
Wednesday, August 13, 2014
Rasa-rasanya aku tlah
dibingungkan oleh otakku yang begitu peka, ya sebegitu sangat pekanya sampai
aku merasa ada yang berbeda dibalik semuanya, entah apa namanya, atau benar
adanya. Rasanya aku ingin tahu tentang suatu hal yang slama ini belum kutahu. Ketika
aku berada dalam titik dimana aku diterpa oleh rasa kecemburuan, aku ingin
menghempaskan terpaan itu dan lari darinya, namun nyatanya aku tak bisa. Aku
takut dia membagi cintanya atau malah menyembunyikan sesuatu dariku, aku takut
semua itu akan terjadi, aku tak mau kecurigaanku menghasilkan kata fakta.
Kepercayaanku tak bisa
kuberikan seutuhnya olehnya, bagaimana tidak? Seperti apa hidupnya dan
bagaimana keadaannya pun aku tak tahu. Ingin rasanya aku membuka perlahan pintu
kehidupannya, namun kenyataannya aku hanya bisa menatapnya dari balik jendela.
Aku ingin masuk dan berada didalamnya, masuk didalamnya? Membukakan pintu pun
dia seperti tak sudi. Aku bingung dia dengan gampangnya masuk dikehidupanku,
tapi aku? Aku sangat susah. Apakah aku salah bila aku jatuh terlalu dalam
cintanya dan merasakan seperti pasangan yang lainnya, kekasih yang terlihat begitu
spesial. Apa aku salah menginginkah sepatah dua patah dari bibirnya? Apakah aku
salah menginginkan dia seutuhnya? Aku ingin tahu seperti apa kehidupannya dan
menghirup udaranya. Aku ingin~
Subscribe to:
Posts (Atom)