Wednesday, August 13, 2014



Dalam alunan suara rintikan hujan aku terlamun, terlamun membayangkan kisah yang mungkin tak bisa dimasukkan dalam akal fikir, atau lebih tepatnya hanyalah fiktif. Disaat itu hari dimana aku tlah bosan dgan sesuatu yang bernama “lakilaki” , aku tahu aku masih kecil bahkan aku terlalu kecil untuk membahas itu, hingga dalam kesendirian itu aku mengenal sosok yang nyaman bagiku, hahh, rasanya memang lucu saat aku mengingatnya, aku mngenalnya lewat social media, haha.. tawaku, tiba tiba dia datang tanpa salam dalam kehidupanku, dan dengan bodohnya aku membuka pintu untuknya agar dia dapat masuk, dan berikan kesan “wellcome” untuknya. Aku tak mengerti begitu saja datang perasaan mengerubungiku, apakah itu cinta? Ataukah itu rasa nyaman ? aku tak tahu dan aku tak mengerti. “Dia” berikanku sebuah arti ketulusan, berikanku sebuah arti pengorbanan, berikanku sebuah arti kerinduan, Aku tak tahu mengapa aku bisa menerima semua arti arti itu, sementara “Dia” orang lain yang jauh dan tak pernah kulihat seperti apa. Dan tiba tiba ketika aku terjebak dalam zona nyaman itu, Dia pergi tinggalkanku, bukan karna wanita atau sesuatu yang membuatku sakit, namun, hanya karna suatu hal yang penting baginya, hingga aku sendiri dan termenung lagi, sampai “Dia” datang lagi dan berikanku cahaya, namun aku tak lagi nyaman, jujur aku risih, aku tak lagi merasakan indahnya berkontak dengannya. Saat ini pun aku tak pernah lagi mndengar kabar darinya tentang cerita cerita lucunya, huhh, aku tak tahu harus mngabarinya atau tidak, Aku tak mau jika aku berikan kabar sesuatu tentangku akan tumbuh rasa itu lagi, dan “Dia” akan pergi tinggalkanku, sementara aku tak tahu seperti apa dia dan bagaimana dia, Namun jujur aku RINDU dengannya, aku RINDU !!! Maafkan aku karna tlah berpaling dan acuhkanmu. Aku bimbang, aku jatuh. Apakah semua itu akan terulang dan terjadi dalam pertemuan manis hingga kita bisa bersama selamanya? Atau itu hanya mimpi yang indah dalam bunga tidurku ? Entahlahh.. suatu hari entah kapan semoga kita bisa bertemu, walau hanya dalam mimpi...

No comments:

Post a Comment