Tersadar dalam lamunanku
tentang semua bayang-bayangmu. Yah, bayangan yang begitu hitam dan terkadang
tertutup awan mendung hingga kutak bisa melihatnya lagi. Aku melihat keatas
langit biru yang cerah namun kecerahan itu tak bisa masuk kedalam celah celah
hatiku. Imajinasiku terngiang oleh seorang pria yang pernah mengisi
hari-hariku. Saat itu, saat aku dengan dia melukiskan warna dalam dinding hati
kami, aku masih ingat betul tentang semuanya, namun lukisan itu hanya warna
keabu-abuan yang ada, tak pernah jelas dan tak mudah dimengerti. apakah putih,
ataukah hitam?
Hingga sampai suatu hari
aku benar-benarmerasa terbang akan adanya kata-kata lucu nan indah dari mulut
manisnya, aku berfikir aku beruntung karna aku memiliki bintang yang indah
dalam hidupku. Bintang cerah yang menghiasi malam gelapku, dan ketika aku
tengah menikmati tingginya terbang, saat itu juga aku seperti dihantam oleh
cahaya bintang yang membuatku terjatuh, aku terjatuh karna bintang yang indah,
dan itu adalah dia sendiri. Aku berfikir mungkin bintang itu terlalu indah
untuk kumiliki. Aku berusaha menjadi mentari agar aku dapat memancarkan cahaya
yang besar namun aku hanyalah sebuah lilin kecil yang setiap saat bisa mati.
Lalu apakah memang harus aku yang melakukan semua ini , merubah semua hal,
mengerti tentang keelokanya atau bahkan memujanya tiap hari karna dia yang
terindah? Atau mengalah disetiap keadaan? Aku tak mau seperti itu, walaupun aku
hanya lilin tapi aku mempunyai sepercik cahaya tulus dan mungkin bisa membakar
sesuatu apabila amarahku muncul. Aku sadar dan aku sangaat sadar siapa aku, dan
bagaimana aku, aku bukan seperti mereka yang mungkin adalah bulan yang selalu
mendampinginya.Aku kesal , aku marah apabila dia memperlakukanku biasa dibanding
mereka yang pernah dia lakukan dengan istimewa, dengan keegoisannya yang ada,
dengan sifatnya yang tak pernah mau tahu tentang orang yang berharap dia
menjadi teman hidupnya.Aku lelah dengan semua ini, ketika aku dalam titik
kejenuhan~ . . .
28 Mei 2014
19:51
