Tuesday, June 3, 2014

Ketika dalam titik kejenuhan~



Tersadar dalam lamunanku tentang semua bayang-bayangmu. Yah, bayangan yang begitu hitam dan terkadang tertutup awan mendung hingga kutak bisa melihatnya lagi. Aku melihat keatas langit biru yang cerah namun kecerahan itu tak bisa masuk kedalam celah celah hatiku. Imajinasiku terngiang oleh seorang pria yang pernah mengisi hari-hariku. Saat itu, saat aku dengan dia melukiskan warna dalam dinding hati kami, aku masih ingat betul tentang semuanya, namun lukisan itu hanya warna keabu-abuan yang ada, tak pernah jelas dan tak mudah dimengerti. apakah putih, ataukah hitam?
Hingga sampai suatu hari aku benar-benarmerasa terbang akan adanya kata-kata lucu nan indah dari mulut manisnya, aku berfikir aku beruntung karna aku memiliki bintang yang indah dalam hidupku. Bintang cerah yang menghiasi malam gelapku, dan ketika aku tengah menikmati tingginya terbang, saat itu juga aku seperti dihantam oleh cahaya bintang yang membuatku terjatuh, aku terjatuh karna bintang yang indah, dan itu adalah dia sendiri. Aku berfikir mungkin bintang itu terlalu indah untuk kumiliki. Aku berusaha menjadi mentari agar aku dapat memancarkan cahaya yang besar namun aku hanyalah sebuah lilin kecil yang setiap saat bisa mati. Lalu apakah memang harus aku yang melakukan semua ini , merubah semua hal, mengerti tentang keelokanya atau bahkan memujanya tiap hari karna dia yang terindah? Atau mengalah disetiap keadaan? Aku tak mau seperti itu, walaupun aku hanya lilin tapi aku mempunyai sepercik cahaya tulus dan mungkin bisa membakar sesuatu apabila amarahku muncul. Aku sadar dan aku sangaat sadar siapa aku, dan bagaimana aku, aku bukan seperti mereka yang mungkin adalah bulan yang selalu mendampinginya.Aku kesal , aku marah apabila dia memperlakukanku biasa dibanding mereka yang pernah dia lakukan dengan istimewa, dengan keegoisannya yang ada, dengan sifatnya yang tak pernah mau tahu tentang orang yang berharap dia menjadi teman hidupnya.Aku lelah dengan semua ini, ketika aku dalam titik kejenuhan~ . . .


28 Mei 2014
   19:51

No comments:

Post a Comment